Pemain Arafura Games Masuk Timnas U-19

Pemain Arafura Games Masuk Timnas U-19 – acehsport.com

Pemain Arafura Games Masuk Timnas U-19

idedigitl.my.id – Ketua Umum PSSI Djohar Arifin Husin mengatakan, Pemain Arafura Games Masuk Timnas U-19 yang akan bertanding di Myanmar, September mendatang, dipastikan dari pemain Arafura Games Aceh.

Saya pastikan timnas U19 semuanya adalah pemain Arafura Game dari Aceh,” kata Djohar usai menyaksikan pertandingan antara Arafura Games melawan Malara di Stadion Harapan Bangsa, Banda Aceh, Selasa (19/7).(Harian Aceh/dad/mar/bay)

Saya pastikan timnas U19 semuanya adalah pemain Arafura Game dari Aceh,” kata Djohar usai menyaksikan pertandingan antara Arafura Games melawan Malara di Stadion Harapan Bangsa, Banda Aceh, Selasa (19/7).

Karena itu, Djohar berpesan agar seluruh pemain berlatih lebih serius dan sungguh-sungguh. “Jangan mengecewakan. Kita harus tunjukkan kita pantas juara di Asia,” katanya. Djohar juga berjanji, biaya bagi keberangkatan pemain akan ditanggung PSSI.

Sebelumnya, saat melakukan pertemuan dengan pengurus Persiraja di Aula Balai Kota Banda Aceh, Djohar mengatakan, terbatasnya pemain-pemain berkualitas menjadi faktor penghambat sepak bola Indonesia.

Menurut Arifin, keterbatasan pemain berkualitas ini dikarenakan, tak ada yang bertanggung jawab terhadap pembinaan usia dini. Kemudian, tak adanya kompetisi yang berlangsung rutin bagi remaja serta belum berjalannya kompetisi reguler secara komprehensif.

“Begitu juga dengan soal keselatihan. Hingga saat ini, tak ada pendidikan kepelatihan yang serius,” katanya. Itulah sebabnya, kata Arifin, di masa kepemimpinannya ini, hal-hal yang menjadi dasar sepak bola ini ingin ditingkatkan.

Tantang

Timnas Aceh U-19 Paraguay dijadwal akan bertanding melawan timnas Indonesia U-19, Oktober mendatang. Pertandingan persahabatan tersebut direncanakan di Stadion Harapan Bangsa Lhong Raya, Banda Aceh.

Kadispora Aceh Hasan Basri mengatakan, pertandingan tersebut merupakan sehubungan dengan kepulangan sejumlah pemain Aceh dari Paraguay yang mengakhiri sekolah bola kaki mereka selama tiga tahun di negara di Amerika Latin tersebut.

“Patut kiranya dilakukan uji coba dengan klub-klub yang ada sebagai ajang uji coba, tolok ukur kemampuan selama mendapat binaan tiga tahun di Paraguay,” kata dia.

Sementara, Sekretaris PSSI Aceh Teuku H Hermansyah mengatakan, laga kedua tim tersebut akan menarik karena pemain kedua kesebelasan sama-sama digembleng di Amerika Latin.

Timnas Aceh dibina di Paraguay sedangkan Timnas U-19 Indonesia menuntut ilmu di Uruguay yang diasuh Cesar Payovich sejak 2007,” katanya.

Rp9 Miliar

Ketua Umum PSSI Djohar Arifin Husin mengatakan enam BUMN di Indonesia sudah menyatakan membantu PSSI dalam menyiapkan tim pra piala dunia dan Sea Games.

“MoU dengan enam BUMN itu akan diteken 21 Juli dan disaksikan oleh Menteri BUMN. PSSI mendapat dana dukungan Rp9 miliar. Ini modal yang sangat penting,” kata Djohar.

Ia mengatakan PSSI akan terus mencari peluang kerja sama dengan beberapa perusahaan, supaya kegiatan PSSI dapat berjalan dan dia yakin kerja sama itu akan terjalin, sebab saling menguntungkan.

“Semua dana yang kami dapat akan dipertanggungjawabkan pada masyarakat. Kami berusaha untuk transparan karena kami memerlukan kepercayaan untuk memajukan sepak bola Indonesia,” katanya.

Ia juga menyebutkan saat ini sedang dibicarakan model kompetisi yang dipastikan akan berubah terutama tentang saham sesuai aturan main yang ada.

Saham-saham nantinya akan dipegang oleh klub dan PSSI hanya penyelenggara. “Yang memiliki kompetisi itu klub bukan PSSI. Saham-saham itu akan dibagikan pada klub-klub tergantung tingkatannya dan ini akan dimatangkan pembicaraannya,” katanya.

Dia menyebutkan, untuk membicarakan masalah saham itu akhir Juli ini semua  klub-klub akan diundang ke Jakarta termasuk juga model kompetisi ke depan.

Sebab tanpa bantuan pemerintah melalui APBD klub-klub akan kewalahan. “Kompetisi harus tetap jalan, tetapi harus dimodifikasi,” katanya.

Terkait wasit yang masih belum menunjukkan citra baik, Djohar mengatakan akan membenahi dan mencari solusinya. “Kami akan memperbaiki wasit. Mau ikut kita perbaiki akhlak. Kalau tidak silakan keluar. Artinya tidak kita pakai lagi,” katanya.

Mengenai LPI, Djohar mengatakan klub yang memakai model LPI ini yang hidup sekarang, kalau model yang lain APBD. “Model ini yang akan LPI diadopsi, bagaimana mereka mencari dana.”

“Kami akan bantu Persiraja misalnya dengan memakai model LPI itu. Macam-macam caralah, yang penting Persiraja tetap hidup dan tetap jalan,” katanya